POLUSI DAN MIMPI MENGHIRUP UDARA BERSIH
“Air dan
udara, dua hal esensial yang menjadi sandaran semua kehidupan, telah menjadi
tong sampah global" -Jacques-Yves Cousteau.
Pernahkah kalian berpikir dan membayangkan ataupun merasakan, ketika
kalian terbangun dipagi hari mendengarkan kicau burung dan menghirup segarnya
udara di pagi hari. Mungkin terasa indah, namun nyatanya keadaan seperti itu
sudah sulit dirasakan terutama di daerah perkotaan. Ya benar, salah satu faktor
yang menjadikan hal ini sulit dirasakan karena adanya polusi udara. Polusi
udara kini telah menjadi masalah besar bagi masyarakat global terutama
masyarakat perkotaan.
Pencemaran atau polusi udara disebabkan oleh pelepasan berbagai macam
zat atau partikel ke udara. Zat-zat tersebut bisa berupa senyawa berbahaya yang
berbahaya untuk semua mahluk hidup di bumi ini. Bahkan apabila terhirup oleh
manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lebih fatalnya lagi
menyebabkan kematian. Tapi sebelum kita membahasnya lebih lanjut, kita harus
mengetahui dulu apa pengertian dari polusi udara?
Dilansir dari Encyclopedia Britannica, polusi udara adalah pelepasan
berbagai gas, benda padat yang terbelah halus atau aerosol cair ke atmosfir
yang tersebar dengan laju melebihi kapasitas alami lingkungan untuk membuang,
melarutkan atau menyerapnya. Zat-zat ini menyebabkan masalah kesehatan, ekonomi
dan masalah lainnya. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa
udara dapat tercemar apabila berbagai zat tersebut melebihi kapasitas alami
lingkungan untuk membuang, melarutkan dan menyerapnya.
Pencemaran udara sendiri dikategorikan mejadi dua jenis menurut National
Institute of Environmental Health Sciences diantaranya :
1. Polusi udara luar ruangan
Polusi udara luar ruangan merupakan pencemaran yang terjadi di luar
lingkungan buatan meliputi :
a. Partikel halus yang
dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi untuk
memproduksi energi.
b. Gas berbahaya meliputi
sulfur diosida, nitrogen oksida, karbon monoksida, uap kimia dan lainnya.
c. Ozon di permukaan tanah,
bentuk oksigen reaktif dan komponen utama kabut asap kota.
d. Asap rokok.
2. Polusi udara dalam ruangan
Polusi udara dalam ruangan adalah paparan partikel karbon dioksida dan
polutan lainnya yang dibawa oleh udara dalam ruangan atau debu. Polusi udara
luar bisa masuk ke dalam ruangan dengan membuka jendela, pintu ventilasi dan
hal lainnya. Polusi ini meliputi :
a. Gas seperti radon, karbon
monoksida, dan lainnya.
b. Bahan bangunan seperti
asbes, formaldehid, timbal, dan zat lainnya.
c. Alergen dalam ruangan dan
luar ruangan seperti kecoa dan tikus.
d. Bau sampah yang menumpuk.
e. Jamur dan serbuk Sari.
Lantas seberapa berbahayanya sih polusi udara itu? Menurut World Health
Organization (WHO, terdapat 7 juta orang di dunia meninggal setiap tahunnya
akibat polusi udara. Apabila dihitung lebih lanjut artinya setiap jam polusi
udara merenggut 800 nyawa. Polusi udara merupakan salah satu masalah besar bagi
kesehatan manusia maupun lingkungan. Polusi udara sendiri dianggap salah satu
penyebab kanker. Tetapi kanker bukanlah satu-satunya penyakit yang timbul
akibat polusi udara, Berikut adalah beberapa penyakit atau gangguan kesehatan
yang timbul akibat polusi udara.
1. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)
Infeksi di saluran pernafasan ini, menimbulkan berbagai gejala
diantaranya batuk, pilek, dan disertai dengan demam. Infeksi ini sangat mudah
menular dan dapat dialami oleh siapa saja. Berdasarkan data WHO, ISPA adalah
penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Hampir
empat juta orang meninggal setiap tahun akibat IPSA dan 98% dari yang meninggal
disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Salah satu penyebab dari hal
ini karena adanya polutan udara.
2. Asma atau Asthmatic bronchiale
Asma adalah salah satu jenis penyakit jangka panjang atau penyakit
kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan
saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Penyempitan saluran
ini menghasilkan gejala asma seperti : sesak napas, batuk, dan sesak dada. Bagi
penderita atau seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya
lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini.
3. Paru-paru basah atau pneumonia
Paru-paru basah atau pneumonia adalah penyakit akibat infeksi yang
memicu inflamasi pada kantong-kantong udara atau pada alveolus di salah satu
bagian pada paru – paru, atau bahkan keduanya. Paru – paru basah dapat
disebabkan oleh serangan (infeksi) virus, jamur, atau bakteri terhadap sistem
pernapasan. Penyakit tersebut biasanya diawali dengan berbagai gejala seperti
demam, batuk dan kesulitan bernapas. Tidak hanya pada orang dewasa yang dapat
terserang paru-paru basah, namun pada anak-anak mapun lasia pun juga dapat
mengalaminya.
4. Bronchopneumonia
Bronkopneumonia ditandai dengan peradangan yang menyerang saluran udara.
Oleh karena itu, seorang penderita atau yang mengalami penyakit ini dapat
merasa sulit bernapas dengan lega atau mengalami sesak napas karena paru-paru
mereka tidak mendapatkan suplai yang cukup. Penyakit ini sendiri dapat
disebabkan karena tubuh terinfeksi virus, bakteri, atau jamur. Namun dalam
banyak kasus bronkopneumonia masuk ke dalam paru – paru melalui udara atau darah.
5. Serangan jantung
Sebuah penelitian baru mengindikasikan bahwa menghirup udara yang
kandungannya terdiri dari polutan berbahaya, dapat menyebabkan anteroklerosis
suatu kondisi kardiovaskular. Ateroklerosis adalah penyempitan pembuluh dara
yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Seiring dengan
waktu, penumpukan plak ini di dalam dinding pembuluh darah akan mengentalkan
arteri yang membatasi aliran darah, nutrisi, dan oksigen yang berbahaya,
seperti jantung koroner atau penyakit arteri perifer, serta terkena serangan
jantung atau stroke. Beberapa penelitian terbaru juga menunjukan polusi
berhubungan dengan masalah kesehatan paru seperti penurunan fungsi paru,
penyakit paru kronis dan kanker paru-paru.
Selain berdampak pada kesehatan, akibat dari polusi udara juga berdampak
pada Lingkungan diataranya hujan asam,efek rumah kaca, penipisan ozon dan
perubahan iklim global.
1. Hujan Asam
Salah satu penyebab dominan dari terjadinya hujan asam adalah polusi
udara akibat ulah manusia. Asamnya hujan ini dikarenakan kandungan
karbondioksida atau CO₂ yang larut dengan air hujan itu dan memiliki bentuk
sebagai asam lemah. Pencemaran udara antara zat SO2 dan NO2 apabila bereaksi
dengan air hujan dapat membentuk asam dan menurunkan pH air menyebabkan
terjadinya hujan asam. Substansi ini bisa masuk ke atmosfer dan bereaksi dengan
air, oksigen, hingga zat kimia lainnya. Apalagi, substansi seperti sulfur
dioksida dan nitrogen oksida sangat mudah terbawa angin dan menyatu dengan air.
Air hujan biasa memiliki pH 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer.
Sebagian kecil SO2 dan NO2 yang menyebabkan hujan asam berasal dari
sumber alami, seperti erupsi gunung api. Namun sebagian besar terutama pada
beberapa dekade terakhir, industrilah yang telah melepaskan banyak sekali jenis
substansi kimia ke udara. Akibatnya, terjadi perubahan campuran gas di lapisan
atmosfer. Sebut saja industri pembangkit listrik yang melepaskan sulfur
dioksida dan nitrogen oksida saat membakar bahan bakar fosil. Tak hanya itu,
sistem pembuangan dari mobil, truk, dan juga bus bisa menjadi penyebab hujan asam.
Selain itu industri lain seperti industri manufaktur, kilang minyak dan
industri lain yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi penyebab dari hujan
asam ini.
Hujan asam sendiri memliki dampak diantaranya bisa mempengaruhi tanaman,
tanah, bangunan dan benda lain di permukaan bumi. Hujan ini bisa mengubah
komposisi tanah dan air sehingga menjadi tidak layak untuk semua mahluk hidup
meliputi tanaman, hewan dan manusia. Misalnya, danau yang sehat memiliki pH 6,5
atau lebih tinggi. Hujan asam bisa meningkatkan tingkat keasaman air di danau
itu sehingga populasi ikan yang berada di dalam danau tersebut bisa mati.
Sebab, dengan pH air di bawah 5, sebagian besar spesies ikan tidak dapat
bertahan pada air. Apabila pH air menjadi 4, danau tersebut akan dianggap mati.
Hujan asam pun dapat memperburuk kualitas batu kapur dan marmer pada bangunan.
Selain itu, manusia juga bisa menerima dampak buruk hujan ini. Dampak hujan
asam terhadap manusia, salah satunya karena fenomena alam ini bisa memicu
penyakit tertentu. Contohnya, sakit paru- paru, penyakit kulit dan lain
sebagainya.
2. Efek rumah kaca
Saat energi yang dipancarkan matahari masuk ke atmosfer, maka panas dan
cahaya tersebut akan diteruskan hingga ke permukaan bumi. Di permukaan, energi
matahari akan diolah seperlunya dan sisanya akan diubah menjadi bentuk panas
inframerah dan dipantulkan kembali ke atmosfer agar bisa kembali lagi ke luar
angkasa.
Namun sayangnya, di atmosfer ada karbon dioksida dan gas-gas polutan
lainnya yang bisa menyerap panas inframerah tadi. Akibatnya, energi panas yang
seharusnya keluar dari atmosfer bumi, malah terperangkap di atmosfer dan
membuat planet ini jadi kepanasan. Jadi bisa dibayangkan, semakin banyak karbon
dioksida dan gas polutan yang ada di atmosfer, maka akan semakin banyak panas
juga yang terperangkap. Akibatnya, bumi jadi semakin panas. Inilah yang disebut
dengan efek rumah kaca. Sebenarnya, gas-gas seperti karbon dioksida, N2O dan
gas lainnya diperlukan oleh bumi agar bumi tidak terlalu dingin, akan tetapi
sejak dilakukannya revolusi industri, gas tersebut semakin meningkat
konsentrasinya dan berlebih di atmosfer.
Efek rumah kaca bisa terjadi adanya polusi udara. Biasanya efek rumah
kaca timbul oleh ulah manusia. Salah satunya karena penggunaan bahan bakar
fosil terutama pada kendaraan bermotor. Penggunaan bahan bakar fosil seperti
minyak bumi dan batu bara yang berlebihan bukan hanya berdampak buruk pada kualitas
udara, tapi juga dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer
seperti karbon dioksida yang dihasilkan dari hasil pembakaran bahan bakar
fosil. Selain itu industri yang juga menggunakan bahan bakar fosil juga
berpengaruh terhadap efek rumah kaca. Pembakaran sampah juga menjadi penyebab
dari efek rumah kaca.
3. Penipisan ozon
Gas gas akibat polusi udara seperti nitrous oxide berdampak dapat
mengurangi lapisan ozon dan merupakan penyebab utamanya. Apabila terjadi
penipisan pada ozon, sinar ultraviolet matahari akan langsung tembus ke
permukaan bumi dan bukan tidak mungkin dapat mematikan seluruh populasi mahluk
hidup yang ada di muka bumi. Akibat beragam hal tersebut seperti efek rumah
kaca dan penipisan ozon secara tidak langsung akan menjadikan dampak
berkelanjutan yaitu pemanasan global.
Sektor pertanian juga bisa terdampak oleh adanya polusi udara .Tumbuhan
atau tanaman akan rentan terhadap terjadinya berbagai penyakit tanaman
diantaranya penyakit nekrosis, klorosis, dan bitnik hitam. Partikel-partikel
yang terdeposisi pada permukaan tanaman tersebut dapat mengganggu dalam proses
fotosintesis. Penyakit-penyakit tersebut dapat menyebabkan sirkulasi udara
sehat berkurang dan udara menjadi kotor sehingga tidak baik untuk dihirup.
Akibatnya para petani akan mengalami kegagalan panen atau bisa berkurangnya
hasil panen sehingga berimplikasi pada kerugian yang dihadapi oleh petani.
Selain itu polusi berdampak pada sektor ekonomi. Berdasarkan riset yang
dilakukan oleh Greenpeace Asia Tenggara dan Centre for Research on Energy and
Clean Air (CREA) mengenai dampak dan kerugian ekonomi akibat polusi udara,
kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari polusi udara mencapai US$8 miliar per
hari, atau 3,3% dari produk domestik bruto (PDB) dunia, atau setahun mencapai
US$2,9 triliun. Polusi udara PM2.5 dari bahan bakar fosil berkaitan dengan
sekitar 1,8 miliar hari absen kerja karena penyakit setiap tahun di seluruh
dunia. Ia setara dengan perkiraan kerugian ekonomi tahunan sebesar US$101
miliar.
Berdasarkan data, wilayah daratan Tiongkok, Amerika Serikat, dan India
menanggung kerugian tertinggi dari polusi udara akibat bahan bakar fosil di
seluruh dunia, masing-masing diperkirakan US$900 miliar, US$600 miliar, US$150
miliar per tahun. Hal ini menunjukkan kerugian yang sangatlah besar yang
ditimbulkan oleh polusi udara.
Dengan berbagai dampak yang ditimbulkan kita pun perlu mengetahui apa
saja yang menjadi penyebab utama dari polusi udara sendiri. Beberapa penyebab
polusi udara dapat berasal dari alam ataupun dapat berasal dari perbuatan
manusia. Penyebab polusi udara di muka bumi diantaranya :
1. Aktivitas Gunung Berapi
Aktivitas gunung berapi bisa menyebabkan polusi udara akibat letusan yang ditimbulnya. Ukuran butir abu
vulkanik dari letusan gunung berapi berbeda dan bervariasi. Hal in dapat
berdampak pada gangguan pernafasan. Gas-gas vulkanik dari gunung berapi
bersifat toksik, yaitu berupa HF, NO2, CO2, H2O, dan SO2. Abu yang mengepul di
udara membawa serpihaan-serpihan debu yang dapat mengganggu jarak pandang dan
pernapasan. Dampak dari adanya letusan gunung berapi ini akan menyebabkan hujan
asam serta pencemaran udara di daerah sekitar.
Bukan hanya gas yang menimbulkan pencemaran udara dalam letusan gunung
api, material halus seperti debu juga terlempar ke lingkungan sekitar.Paparan
debu dari gunung api sangat berbahaya bagi bayi, anak-anak, dan warga usia
lanjut yang menderita penyakit pernafasan. Debu gunung berapi sendiri bersifat
korosif, akibatnya dapat merusak berbagai barang-barang milik manusia seperti mobil
yang terparkir di depan rumah dan jika masuk ke mata dapat melukai mata.
Partikel debu ini beristalin silica yang dapat menyebabkan penyakit paru
silicon jika terpapar lebih lama.
2. Industri
Industri dan pabrik saat ini di Indonesia memiliki jumlah yang sangat
banyak. Akibat dari banyaknya aktivitas pabrik dan industri mengakibatkan
banyak juga limbah yang dihasilkan. Limbah yang dihasilkan berbentuk berbagai
macam limbah, bisa dalam bentuk limbah cair, limbah padat, maupun limbah gas.
Limbah gas merupakan limbah yang sangat berperan dalam mencemari udara. Akan
lebih buruk lagi jika asap yang dikeluarkan oleh pabrik dalam jumlah dan
kuantitas yang banyak sekaligus. Tentu lingkungan sekitar pabrik akan langsung
tercemar. Asap dari pabrik biasanya dibuang melalui cerobong asap yang sangat
besar. Cerobong asap pabrik sering kali tidak memiliki filter sehingga
membahayakan. Zat yang keluar dari proses industri ini berupa zat yang
berbahaya seperti Karbon Monoksida, Hidrokarbon, dan senyawa lainnya yang dapat
membahayakan kesehatan alam dan manusia.Pabrik sendiri merupakan penyumbang
terbesar gas karbon di udara.
3. Tempat Pembuangan Akhir (TPA)
Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan sanitari landfill atau dikenal
sebagai lahan urug. TPA merupakan salah satu terjadinya pencemaran udara.
Penumpukan sampah di TPA pasti mengalami pembusukan yang besar karena diuraikan
oleh bakteri sehingga dapat menghasilkan gas metan, karbon dioksida, dan
sejumlah gas lainnya yang berpotensi menyebabkan pencemaran. Polusi udara ini
sering terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena proses pengolahan sampah
yang tidak benar atau lambat. Tak hanya bau tidak sedap, timbunan sampah
menyumbang pembentukan gas metana bagi lingkungan yang membahayakan bagi
kesehatan manusia. setiap harinya kira-kira dalam 1 ton sampah dapat
menghasilkan sekitar 50 kg gas metana.
4. Pembangkit Listrik
Pembangkit listrik merupakan salah satu sumber energi yang dapat
diperbaharui. Walaupun demikian, saat ini pembangkit listrik masih banyak yang
belum ramah lingkungan sehingga menyebabkan banyaknya polusi udara yang
terjadi. Polusi udara disebabkan karena pembangkit listrik masih banyak yang
menggunakan bahan bakar fosil berupa batu bara seperti PLTU. Pembangkit listrik
tenaga uap menghasilkan polutan yang sangat banyak dalam setiap pembakaran batu
baranya. Akibatnya dari polutan beracun yang dihasilkan seperti merkuri,
timbal, arsenik, dan lainnya menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi
penduduk yang bertempat tinggal di sekitar PLTU batu bara tersebut ataupun
tersebar melalui udara. Hal ini disebabkan karena partikel yang sangat halus
dari polutan PLTU dapat dengan mudah terhirup dan masuk ke paru-paru.
5. Kendaraan bermotor
Penyebab lain terjadinya polusi udara adalah alat transportasi yaitu
kendaraan bermotor. Penggunaan kendaraan bermotor merupakan contoh pencemaran
yang terjadi setiap hari dan tanpa kita semua sadari diam-diam telah membunuh
mahluk hidup secara perlahan. Terutama di kota – kota besar yang penuh dengan
kendaraan bermotor. Akibat dari pesatnya laju pertumbuhan penduduk membuat
kendaraan bermotor menjadi semakin banyak. Hal ini menyebabkan Kendaraan
bermotor memiliki andil yang sangat besar dalam menyebabkan polusi udara.
Penggunaan bahan bakar yang belum ramah lingkungan seperti bahan bakar fosil
ini dapat menghasilkan emisi zat-zat yang berbahaya. Dampak dari hal tersebut
yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit pernafasan kronis.
Mayoritas kendaraan tersebut ialah kendaraan pribadi, hampir semua orang
memiliki kendaraan pribadi. Bahkan terkadang satu orang bisa memiliki banyak
kendaraan pribadi. Banyaknya kendaraan pribadi di kota tersebut dikarenakan
nilai jual bahan bakar tergolong rendah sehingga masyarakat lebih memilih
menggunakan kendaraan pribadi dibanding dengan kendaraan umum. Selain itu
menggunakan kendaraan pribadi dianggap lebih praktis karena misal pada bus
tidak perlu repot menunggu di terminal. Penyebab polusi udara pada kendaraan
bermotor berasal dari asap kendaraan bermotor. Dampak dari penggunaan kendaraan
bermotor yang begitu banyak ini adalah kandungan gas CO atau Karbon Monoksida
yang terlepas menjadi polutan udara. Tidak heran jika asap kendaraan bermotor
menjadi penyumbang tersebar penyebab pencemaran udara. Bahkan, polusi udara
Jakarta sempat jadi perhatian dunia belakangan ini karena tingkat pencemaran
yang sudah sangat tinggi. Kualitas udara ibu kota dinyatakan tidak layak hirup
dan menjadi kota nomor satu dengan polusi udara terburuk di dunia.
6. Asap rokok
Salah satu penyebab polusi udara yang kerap ditemui yaitu asap rokok.
Indonesia sendiri menjadi negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asean,
yaitu sekitar 65 juta orang. Meski kadang disepelekan, tetapi kebiasaan merokok
dapat berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri dan orang lain. Bahkan, orang
yang tidak merokok pun dapat terkena dampak yang sangat buruk ketika berada di
dekat seorang perokok. Apalagi didalam rokok sendiri banyak terkandung zat-zat
yang berbahaya. Salah satunya hasil dari pembakaran pada rokok menghasilkan
TAR. TAR sendiri merupakan salah satu zat kimia berbahaya bagi manusia. TAR
mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit
kanker. Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, hampir dari
7.000 bahan kimia yang ada di dalam rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada
TAR. Banyaknya perokok mengakibatkan kontribusinya juga sangat besar terhadap
penyebab pencemaran lingkungan. Walaupun tidak sebesar dari kendaraan bermotor,
asap pembakaran rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.
7. Kebakaran Hutan
Penyebab polusi udara yang paling banyak adalah oleh aktivitas manusia.
Kebakaran hutan walaupun bisa terjadi secara alami terutama di daerah yang
sangat kering dan yang berangin kencang, namun manusia juga sangat berperan
dalam kebakaran hutan yang terjadi salah satunya di Indonesia. Hal ini bisa
terjadi misal karena manusia membuang puntung rokok sembarangan atau karena
untuk pembukaan lahan. masyarakat maupun beberapa bidang industri seringkali
menggunakan api untuk membuka lahan baru, baik untuk pertanian maupun
perkebunan. Hal ini dikarenakan dibutuhkannya biaya yang tinggi dalam persiapan
lahan. Maka metode ini yaitu pembakaran hutan dilakukan karena murah dari segi
pembiayaan dan efektif dari segi waktu, serta hasil yang dicapai cukup
memuaskan untuk pertanian.
Kebarakan hutan bisa menyebabkan polusi karena menghasilkan asap dan
kabut yang juga berbahaya untuk kesehatan. Asap akibat kebakaran hutan
mengandung karbon yang merupakan zat berbahaya berbahaya. Kandungan karbon itu
seperti gas karbon dioksida, nitrous oksida, dan karbon monoksida. Unsur lain
yang lebih berbahaya yaitu partikulan logam berat karena jumlahnya yang banyak
dan wujudnya yang sangat halus. Kandungan yang sangat berbahaya ini dalam
jangka waktu panjang bisa menyebabkan kanker paru-paru dan kematian.
Dampak kebakaran hutan juga tidak hanya dirasakan oleh negara sendiri,
namun bisa juga berdampak pada negara tetangga. Seperti kebakaran hutan yang
sempat terjadi di wilayah Riau dan Jambi di Sumatra dan beberapa titik di
Kalimantan. Akibat dari besarnya kebakaran dan kencangnya tiupan angin, asap
polusi dari kebakaran hutan ini akhirnya berdampak ke negara tetangga yaitu
Singapura dan Malaysia. Bahkan Malaysia sampai menutup sementara banyak
fasilitas pendidikan seperti sekolah demi meminimalisir dampak asap polusi pada
para pelajar. Singapura sendiri menghimbau warganya agar mengurangi aktivitas
warganya di luar rumah karena kualitas udara yang sangat buruk. Tentu saja hal
ini berdampak besar pada aktivitas masyarakat negaranya bahkan walau mereka
tidak terlibat akhirnya harus ikut juga menanggung akibat dari perlakuan para
pelaku pembakar hutan.
8. Penebangan hutan secara liar
Kita sering mendengar bahwa hutan Indonesia sering dijuluki sebagai paru
– paru dunia. Kita pun mengetahui bahwa hutan memiliki peranan penting dalam
mendaur ulang udara yang kotor dan menjadikannya udara yang sehat dan bersih
bagi manusia. Hutan Indonesia sendiri memiliki luas sekitar 99,6 juta hektar
atau sekitar 52% luas wilayah negara Indonesia. Secara tidak langsung kita
seharusnya tersadar apabila tidak ada hutan, maka siapa yang dapat mendaur
ulang udara dan menciptakan udara bersih untuk kita bernafas?. Selain itu coba
bayangkan apabila tidak ada hutan lagi di muka bumi, lantas kita juga akan
kehabisan oksigen yang biasa kita hirup dan secara tidak langsung apabila hutan
habis karena ditebang maka populasi yang ada di muka bumi pun dapat musnah.
Karena pembahasan ini saya jadi teringat sebuah film yang mengisahkan
tentang dampak dari penebangan hutan secara berlebihan. Film ini berjudul Dr.
Seuss The Lorax. Film ini mengisahkan tentang
kehidupan di kota Thneedville dimana masyarakatnya hidup dengan penuh
kecerian dan kegembiraan. Kota ini merupakan sebuah kota buatan yang penuh
dengan replika yang terbuat dari bahan plastik. Semua peralatan, sarana
prasarana dan Pohon dan tanaman juga tak terkecuali, yang ada adalah pohon
buatan yang serba terbuat dari plastik. Di
kota tersebut tidak ada rumput
dan pohon asli, segala sesuatunya semua berasal dari olahan pabrik, sehingga
mereka perlu membeli udara bersih dari
Aloysius O’Hare yang sekaligus menjadi Walikota dari kota tersebut.Di
kota ini hiduplah seseorang anak laki – laki yang bernama Ted. Ted menaruh hati
pada seorang gadis yang bernama Audrey.
Pada suatu hari Ted berkunjung ke rumah Audrey, dan Ia mengemukakan pada
Ted bahwa Ia ingin sekali melihat pohon yang nyata. Karena Ted sangat mencintai
Audrey, Ted mendengarkan harapan Audrey akan ingin memiliki satu pohon yang
nyata dan Ted berusaha untuk mewujudkan impian Audrey tersebut agar Ia
terkesan. Ted mulai mencari tahu tentang pohon asli tersebut, Namun di kotanya
tidak ada pohon nyata maupun benihnya. Diam-diam Nenek Ted memberi tahunya
legenda tentang satu-satunya orang yang tahu tentang nasib pohon nyata.
Neneknya menyuruh Ted menemui seseorang yang mengetahui betul tentang cara
menanam tumbuhan dan asal usul kota Thneedville. Orang tersebut tinggal di luar
kota Thneedville yang bernama Once-Ler.
Dengan keinginan yang kuat akhirnya Ted diam-diam meninggalkan kota
menuju rumah tersebut. Ted berusaha mencari jalan keluar dari kota menuju rumah
Once-ler. Lalu dengan mudahnya Ted menemukan rumah tersebut. Kemudian Ted
mengemukakan maksud kedatangannya. Once-Ler mulai menceritakan kisahnya pada masa
dahulu yang penuh dengan keserakahan demi kepentingan hidup pribadinya yang
akhirnya muncul penyesalan yang mendalam dihatinya.
Once-Ler lalu bercerita. Semuanya dimulai bertahun-tahun lalu ketika
Once-ler masih muda. Sebagai seorang anak muda, dia senantiasa bertualang
mencari peruntungan ditemani keledai dan gerobak-keretanya. Keluarganya
menertawai usahanya dan yakin dia takkan sukses. Suatu hari dia menemukan
sebuah tempat yang sangat indah. Tempat itu adalah hutan pohon Truffula yang
berwarna-warni. Di sana ia menjumpai sekawanan binatang yang ceria. Untuk
memulai usaha barunya, ia menebang sebuah pohon Truffula sebagai bahan rajutan
yang dinamakan "Thneeds". Dia mengklaim penemuannya ini bisa dipakai
untuk kebutuhan serbaguna, bisa jadi topi, lap, karpet, taplak, kaus kaki, dan
macam-macam lagi. Namun aksi tebang pohonnya ini mengundang kedatangan makhluk
ajaib yang disebut Lorax, yang mengaku sebagai "juru bicara pohon",
karena pohon tak punya lidah. Lorax memperingatkan Once-ler untuk tak lagi
menebang pohon. Meski Once-ler tak percaya dan tak menggubris kata-kata Lorax,
namun ia berjanji untuk tak menebang pohon lagi, pada awalnya. Lagi pula produk
Thneeds yang ia pasarkan memperoleh respon negatif dari masyarakat.
Tapi ini tak berlangsung lama. Sesuatu terjadi, produk Thneeds mendadak
booming dan Once-ler menerima bejibun permintaan dari pelanggan. Pada tahap ini
Once-ler melupakan janjinya pada Lorax. Ia mulai memproduksi Thneeds
besar-besaran dan mengundang keluarganya karena bisnisnya berhasil. Atas
desakan keluarganya, akhirnya produksi Thneeds makin diperbesar lagi, makin
banyak pohon ditebang terus-menerus. Hingga suatu ketika, semua pohon Truffula
habis ditebang. Ketika tak ada yang tersisa, Thneeds tak bisa diproduksi lagi,
bisnisnya bangkrut, dan keluarga Once-ler meninggalkannya. Once-ler akhirnya
sadar kesalahannya, ketika semua sudah terlambat.
Segala di sekitarnya sudah gersang, suram, udara dan air terkena polusi,
hingga binatang-binatang yang tadinya ceria harus pergi mengungsi dalam keadaan
sekarat. Lorax yang kecewa pada Once-ler juga pergi menghilang, hanya
meninggalkan batu bertuliskan "unless". Dirundung penyesalan, sejak
saat itu Once-ler mengurung diri di gubuk itu. Rupanya saat itulah pebisnis
O'Hare mulai membangun kota Thneedville yang serba artifisial untuk kepentingan
kantongnya sendiri. Seusai bercerita, Once-ler jadi menyadari apa maksud
tulisan "unless" itu. Kecuali jika ada yang peduli, situasi takkan
membaik. Jadi, masih ada harapan untuk memperbaiki keadaan, yaitu dengan memberi
Ted biji Truffula yang masih tersisa untuk mulai ditanam kembali, dan
menyadarkan masyarakat sekitar. Setelah tiba di kota, Ia pun di hadang oleh
O’Hare dan ingin mencegahnya karena bisa mengganggu usahanya untuk terus
berjualan udara segar. Ted pun merobohkan tembok kota dan memperlihatkan
kerusakan lingkungan diluar kota. Dia pun menyadarkan masyarakat bahwa dengan
adanya pohon, udara bersih dapat didapatkan tanpa harus membelinya pada O’hare.
Masyarakat pun tersadar dan lambat laun tanaman mulai banyak yang tumbuh dan
kehidupan masyarakat menjadi lebih bahagia.
Dari film ini didapatkan berbagai pesan penting mengenai lingkungan.
Bisa kita baca apabila keserakahan telah merasuki manusia. Maka manusia akan
lupa untuk menjaga keseimbangan alam. Bisa dibayangkan jika pohon tidak ada,
bukan tidak mungkin hal yang sama terjadi, kita harus membeli udara bersih.
Udara yang seharusnya kita dapatkan secara Cuma – Cuma dari pohon, akibat
keserakahan akhirnya kita harus membeli udara tersebut.
Selanjutnya dari berbagai dampak serta penyebab dari polusi udara apakah
ada solusi untuk mengatasi polusi udara? Tentu saja ada. Mari kita membahasnya
satu persatu. Pertama – tama hal yang harus kita lakukan adalah dengan
mencintai alam dan lingkungan. Dengan hal ini kita akan lebih tersadar untuk
melakukan segala hal dengan aspek – aspek yang memperhatikan kesehatan
lingkungan seperti agar tidak mencemari lingkungan. Selanjutnya cara mengurangi
polusi udara adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mulai
menggunakan moda transportasi umum. Dengan menaiki kendaraan umum otomatis akan
mengurangi dampak dari polusi udara karena kendaraan pribadi yang biasanya
banyak beredar di jalan menjadi berkurang. Selain itu dengan penggunaan
transportasi umum dapat mengurangi kemacetan, karena ketika kendaraan berhenti
kendaraan akan tetap mengeluarkan asap hasil pembakaran energi di dalamnya dan
jika kemacetan berkurang otomatis asap yang dikeluarkan juga akan berkurang.
Pemerintah sendiri dapat melakukan berbagai cara untuk mengatasi masalah
penggunaan kendaraan pribadi. Seperti di Jakarta salah satu kota terpadat dan
kota terpolusi di Indonesia. Pemerintah menerapkan kebijaka car free day,
memperbanyak pilihan transportasi umum seperti bus transJakarta, kereta MRT atau
Mass Rapid Transit, LRT atau Light Rail Transit, Lalu ada KRL dan moda
transportasi lainnya. Selain itu dapat juga dengan meningkatkan pajak bagi
kendaraan pribadi dan menghilangkan subsidi bahan bakar bagi kendaraan pribadi
yang otomatis membuat masyarakat berpikir dua kali untuk memiliki kendaraan
pribadi. Selain itu masyarakat dapat merubah pola hidup mereka misal dengan
beraktivitas dengan berjalan kaki atau menaiki sepeda. Menaiki sepeda menjadi
salah satu solusi yang baik jika ingin berpergian dengan jarak dekat-menengah,
selain baik untuk kesehatan karena kita sambil berolahraga tapi juga membantu
untuk mengurangi polusi udara itu sendiri.
Selain itu mengganti kendaraan pribadi dari yang berbahan bakar fosil ke
bahan bakar listrik juga patut jadi pertimbangan. Namun hal ini masih menjadi
perdebatan dibeberapa kalangan. Jika mobil tersebut memiliki panel surya
sendiri untuk mengisi bahan bakar mungkin akan baik untuk lingkungan. Namun
untuk kendaraan listrik yang masih perlu mengisi energinya melalui stasiun
bahan bakar listrik, tentu bisa menjadi sebuah masalah. Hal ini mengingat di
Indonesia untuk menghasilkan listrik, hampir kebanyakan sumber energi listrik
kita dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Pembangkit listrik ini masih
mengandalkan mesin turbin yang diputar oleh uap hasil pembakaran batubara. Hal
ini berarti sama saja penggunaan mobil listrik masih menghasilkan polusi udara
melalui proses untuk menghasilkan listrik. Penggunaan mobil bertenaga listrik
akan benar-benar mengurangi polusi adalah dengan menghasilkan listrik dari
sumber-sumber yang terbarukan misalnya melalui pembangkit listrik tenaga surya,
atau menggunakan tenaga air maupun udara.
Berkaitan dengan masih diproduksinya listrik yang menggunakan bahan
bakar fosil yaitu batu bara sebagai sumber energinya, maka kita sebaiknya
melakukan penghematan energi. Kita bisa mematikan lampu, kipas angin, atau
pendingin udara saat tidak digunakan. Selain itu kita bisa menggunakan berbagai
peralatan elektronik yang hemat energi, seperti penggunaan lampu LED dan TV
LED. Dengan mengurangi pemakaian listrik, secara tidak langsung kita turut
mengurangi penggunakan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan
mengurangi polusi udara.
Selain itu masih banyak juga perusahaan – perusahaan yang masih menggunakan
bahan bakar fosil seperti batubara dan solar sebagai bahan bakar produksi
mereka. Mereka dapat melakukan penyaringan terhadap asap yang akan dibebaskan
ke udara dengan menggunakan saringan atau bahan penyerap polutan, sehingga gas
buang yang dihasilkan bisa menjadi lebih bersih. Mereka juga bisa mulai
menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti penggunaan panel
surya sebagai sumber energi mereka yang bisa mereka pasang dibagian atas gedung
- gedung mereka. Selanjutnya hal ini dapat diadaptasi oleh rumah-rumah dengan
memasang panel-panel surya di atap rumah yang tentu saja bisa mengurangi
ketergantungan listrik berbahan bakar fosil. Memang untuk melakukannya akan
mengeluarkan biaya yang lebih besar, namun kita harus melihatnya untuk tahun-tahun
kedepannya dimana polusi dapat berkurang.
Selanjutnya adalah berhenti merokok. Kita bisa mengingatkan diri kita
sendiri (apabila kita perokok) ataupun orang disekitar kita yang perokok untuk
berhenti merokok. Asap rokok selain mencemari udara, tapi dapat menimbulkan
berbagai masalah kesehatan bagi tubuh manusia. Apabila terhirup kita bisa
terkena berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, kanker, masalah
pernafasan, hingga menimbulkan kematian.
Kita sebagai masyarakat juga bisa melakukan praktik 3R. 3R merupakan
konsep Reduce, Reuse dan Recycle. Reduce berarti pengurangan penggunaan
berbagai macam bahan-bahan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Kita
dapat mengurangi belanja segala sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan saat ini.
Lalu Reuse yang berarti memakai atau menggunakan kembali barang-barang yang
masih bisa dipakai. Bisa juga dengan merubah fungsi dari barang-barang yang
tidak terpakai tersebut menjadi sesuatu yang bisa terpakai. Terakhir adalah
Recylce atau mendaur ulang barang. Dengan daur ulang ini barang yang kita
anggap sebagai sampah, bisa kita jadikan produk lain yang bermanfaat. Seperti
plastik bekas sabun yang bisa dijadikan barang baru yang bernilai misalnya tas.
Dengan ketiga konsep ini kita semua diharapkan dapat mengurangi sampah dari
dalam rumah. Praktik pembakaran sampah pun dapat dihindari, karena saat
melakukan pembakaran sampah kita tidak tahu zat berbahaya apa yang bereaksi
akibat pembakaran dan menyebabkan polusi bagi udara. Selain itu dengan
berkurangnya sampah yang keluar rumah otomatis mengurangi tumpukan sampah yang
dapat menimbulkan bau menyengat dan dapat mengganggu aktivitas kita sehari –
hari.
Terakhir adalah melakukan penghijauan lahan. Hal yang paling sederhana
di lakukan adalah menanam tanaman yang menjadi penangkal polusi. Selain
bermanfaat untuk menangkal polusi, tanaman ini membuat lingkungan sekitar
menjadi lebih nyaman dipandang dan lebih asri. Tanaman seperti lidak buaya,
krisan, dan lidah mertua dimana tanaman tersebut dapat menyaring zat berbahaya
di udara melalui pori – porinya. Selain itu langkah yang lebih besar yang dapat
kita lakukan adalah dengan menanam pohon dan melakukan penghijauan di hutan.
Seperti kita ketahui pohon terutama hutan merupakan “alat” alami yang
mampu mendaur ulang udara yang kotor dan memberikan udara yang bersih bagi
mahluk hidup. Dengan kita menanam pohon dan melakukan penghijauan di hutan
mampu meningkatkan produksi udara bersih untuk kebutuhan mahluk hidup. Selain
itu kita harus menghindari kegiatan yang dapat merusak hutan seperti penebangan
secara berlebihan dan melakukan pembakaran terhadap hutan. Kita juga harus
mengingatkan dan melawan para pelaku pengrusakan dan pembakaran hutan. Di sisi
lain diperlukan juga ketegasan pemerintah dalam menanggulangi masalah ini agar
tidak ada lagi orang – orang yang nakal. Jangan sampai negara kita dibuat malu
karena menyebarkan asap kebakaran kita ke negara tetangga.
Selain itu pembuatan hutan kota juga bisa menjadi solusi untuk
mengurangi polusi udara di wilayah perkotaan. Selain hutan kota bisa juga
dengan membangun taman kota yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau dan
hal ini sangatlah dibutuhkan bagi masyarakat perkotaan. Hutan kota dapat
menyerap gas – gas dari rumah kaca dan zat-zat polusi lainnya sehingga polusi berkurang.
Selain itu dengan adanya hutan kota, iklim di wilayah perkotaan menjadi lebih
sejuk dan stabil sehingga udara di siang hari menjadi lebih sejuk. Dengan
demikian dapat mengurangi penggunaan Kipas angin maupun ac yang dapat
menimbulkan pemborosan energi.
Kita harus menyadari bahwa pencemaran udara merupakan masalah yang
sangat serius bagi seluruh mahluk hidup. Seharusnya ditengah pandemi COVID-19
ini kita lebih tersadar akan pentingnya akan udara bersih. Ketika pandemi ini
dimulai masyarakat mulai lebih sering di dalam rumah dan secara tidak langsung
mengurangi pencemaran udara. Berdasarkan pengamatan BMKG sendiri
menginformasikan bahwa kualitas udara pada Awal 2020 lebih bersih dibanding
2019. Bisa dilihat dari foto-foto yang beredar dimana langit jakarta lebih
bersih dibandingkan biasanya. Dari sini harusnya kita tersadar bahwa udara
bersih berdampak bagi kehidupan kita. Sebagai penutup, penulis ingin bertanya
satu hal pada para pembaca, apakah ingin menghirup udara segar ketika kita
bangun di pagi hari atau menjadikan itu dongeng saja di masa mendatang?.
mantap gan👍
BalasHapus