POLUSI DAN MIMPI MENGHIRUP UDARA BERSIH

“Air dan udara, dua hal esensial yang menjadi sandaran semua kehidupan, telah menjadi tong sampah global" -Jacques-Yves Cousteau.

Pernahkah kalian berpikir dan membayangkan ataupun merasakan, ketika kalian terbangun dipagi hari mendengarkan kicau burung dan menghirup segarnya udara di pagi hari. Mungkin terasa indah, namun nyatanya keadaan seperti itu sudah sulit dirasakan terutama di daerah perkotaan. Ya benar, salah satu faktor yang menjadikan hal ini sulit dirasakan karena adanya polusi udara. Polusi udara kini telah menjadi masalah besar bagi masyarakat global terutama masyarakat perkotaan.

Pencemaran atau polusi udara disebabkan oleh pelepasan berbagai macam zat atau partikel ke udara. Zat-zat tersebut bisa berupa senyawa berbahaya yang berbahaya untuk semua mahluk hidup di bumi ini. Bahkan apabila terhirup oleh manusia bisa menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan lebih fatalnya lagi menyebabkan kematian. Tapi sebelum kita membahasnya lebih lanjut, kita harus mengetahui dulu apa pengertian dari polusi udara?

Dilansir dari Encyclopedia Britannica, polusi udara adalah pelepasan berbagai gas, benda padat yang terbelah halus atau aerosol cair ke atmosfir yang tersebar dengan laju melebihi kapasitas alami lingkungan untuk membuang, melarutkan atau menyerapnya. Zat-zat ini menyebabkan masalah kesehatan, ekonomi dan masalah lainnya. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa udara dapat tercemar apabila berbagai zat tersebut melebihi kapasitas alami lingkungan untuk membuang, melarutkan dan menyerapnya.

Pencemaran udara sendiri dikategorikan mejadi dua jenis menurut National Institute of Environmental Health Sciences diantaranya :

1. Polusi udara luar ruangan

Polusi udara luar ruangan merupakan pencemaran yang terjadi di luar lingkungan buatan meliputi :

a.    Partikel halus yang dihasilkan pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara dan minyak bumi untuk memproduksi energi.

b.    Gas berbahaya meliputi sulfur diosida, nitrogen oksida, karbon monoksida, uap kimia dan lainnya.

c.     Ozon di permukaan tanah, bentuk oksigen reaktif dan komponen utama kabut asap kota.

d.    Asap rokok.

2. Polusi udara dalam ruangan

Polusi udara dalam ruangan adalah paparan partikel karbon dioksida dan polutan lainnya yang dibawa oleh udara dalam ruangan atau debu. Polusi udara luar bisa masuk ke dalam ruangan dengan membuka jendela, pintu ventilasi dan hal lainnya.  Polusi ini meliputi :

a.    Gas seperti radon, karbon monoksida, dan lainnya.

b.    Bahan bangunan seperti asbes, formaldehid, timbal, dan zat lainnya.

c.     Alergen dalam ruangan dan luar ruangan seperti kecoa dan tikus.

d.    Bau sampah yang menumpuk.

e.    Jamur dan serbuk Sari.

Lantas seberapa berbahayanya sih polusi udara itu? Menurut World Health Organization (WHO, terdapat 7 juta orang di dunia meninggal setiap tahunnya akibat polusi udara. Apabila dihitung lebih lanjut artinya setiap jam polusi udara merenggut 800 nyawa. Polusi udara merupakan salah satu masalah besar bagi kesehatan manusia maupun lingkungan. Polusi udara sendiri dianggap salah satu penyebab kanker. Tetapi kanker bukanlah satu-satunya penyakit yang timbul akibat polusi udara, Berikut adalah beberapa penyakit atau gangguan kesehatan yang timbul akibat polusi udara.

1. Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)

Infeksi di saluran pernafasan ini, menimbulkan berbagai gejala diantaranya batuk, pilek, dan disertai dengan demam. Infeksi ini sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja. Berdasarkan data WHO, ISPA adalah penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia. Hampir empat juta orang meninggal setiap tahun akibat IPSA dan 98% dari yang meninggal disebabkan oleh infeksi saluran pernapasan bawah. Salah satu penyebab dari hal ini karena adanya polutan udara.

2. Asma atau Asthmatic bronchiale

Asma adalah salah satu jenis penyakit jangka panjang atau penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas yang menimbulkan sesak atau sulit bernapas. Penyempitan saluran ini menghasilkan gejala asma seperti : sesak napas, batuk, dan sesak dada. Bagi penderita atau seseorang yang memiliki penyakit asma, saluran pernapasannya lebih sensitif dibandingkan orang lain yang tidak hidup dengan kondisi ini.

3. Paru-paru basah atau pneumonia

Paru-paru basah atau pneumonia adalah penyakit akibat infeksi yang memicu inflamasi pada kantong-kantong udara atau pada alveolus di salah satu bagian pada paru – paru, atau bahkan keduanya. Paru – paru basah dapat disebabkan oleh serangan (infeksi) virus, jamur, atau bakteri terhadap sistem pernapasan. Penyakit tersebut biasanya diawali dengan berbagai gejala seperti demam, batuk dan kesulitan bernapas. Tidak hanya pada orang dewasa yang dapat terserang paru-paru basah, namun pada anak-anak mapun lasia pun juga dapat mengalaminya.

4. Bronchopneumonia

Bronkopneumonia ditandai dengan peradangan yang menyerang saluran udara. Oleh karena itu, seorang penderita atau yang mengalami penyakit ini dapat merasa sulit bernapas dengan lega atau mengalami sesak napas karena paru-paru mereka tidak mendapatkan suplai yang cukup. Penyakit ini sendiri dapat disebabkan karena tubuh terinfeksi virus, bakteri, atau jamur. Namun dalam banyak kasus bronkopneumonia masuk ke dalam paru – paru  melalui udara atau darah.

5. Serangan jantung

Sebuah penelitian baru mengindikasikan bahwa menghirup udara yang kandungannya terdiri dari polutan berbahaya, dapat menyebabkan anteroklerosis suatu kondisi kardiovaskular. Ateroklerosis adalah penyempitan pembuluh dara yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Seiring dengan waktu, penumpukan plak ini di dalam dinding pembuluh darah akan mengentalkan arteri yang membatasi aliran darah, nutrisi, dan oksigen yang berbahaya, seperti jantung koroner atau penyakit arteri perifer, serta terkena serangan jantung atau stroke. Beberapa penelitian terbaru juga menunjukan polusi berhubungan dengan masalah kesehatan paru seperti penurunan fungsi paru, penyakit paru kronis dan kanker paru-paru.

Selain berdampak pada kesehatan, akibat dari polusi udara juga berdampak pada Lingkungan diataranya hujan asam,efek rumah kaca, penipisan ozon dan perubahan iklim global.

1. Hujan Asam

Salah satu penyebab dominan dari terjadinya hujan asam adalah polusi udara akibat ulah manusia. Asamnya hujan ini dikarenakan kandungan karbondioksida atau CO₂ yang larut dengan air hujan itu dan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Pencemaran udara antara zat SO2 dan NO2 apabila bereaksi dengan air hujan dapat membentuk asam dan menurunkan pH air menyebabkan terjadinya hujan asam. Substansi ini bisa masuk ke atmosfer dan bereaksi dengan air, oksigen, hingga zat kimia lainnya. Apalagi, substansi seperti sulfur dioksida dan nitrogen oksida sangat mudah terbawa angin dan menyatu dengan air. Air hujan biasa memiliki pH 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer.

Sebagian kecil SO2 dan NO2 yang menyebabkan hujan asam berasal dari sumber alami, seperti erupsi gunung api. Namun sebagian besar terutama pada beberapa dekade terakhir, industrilah yang telah melepaskan banyak sekali jenis substansi kimia ke udara. Akibatnya, terjadi perubahan campuran gas di lapisan atmosfer. Sebut saja industri pembangkit listrik yang melepaskan sulfur dioksida dan nitrogen oksida saat membakar bahan bakar fosil. Tak hanya itu, sistem pembuangan dari mobil, truk, dan juga bus bisa menjadi penyebab hujan asam. Selain itu industri lain seperti industri manufaktur, kilang minyak dan industri lain yang menggunakan bahan bakar fosil menjadi penyebab dari hujan asam ini.

Hujan asam sendiri memliki dampak diantaranya bisa mempengaruhi tanaman, tanah, bangunan dan benda lain di permukaan bumi. Hujan ini bisa mengubah komposisi tanah dan air sehingga menjadi tidak layak untuk semua mahluk hidup meliputi tanaman, hewan dan manusia. Misalnya, danau yang sehat memiliki pH 6,5 atau lebih tinggi. Hujan asam bisa meningkatkan tingkat keasaman air di danau itu sehingga populasi ikan yang berada di dalam danau tersebut bisa mati. Sebab, dengan pH air di bawah 5, sebagian besar spesies ikan tidak dapat bertahan pada air. Apabila pH air menjadi 4, danau tersebut akan dianggap mati. Hujan asam pun dapat memperburuk kualitas batu kapur dan marmer pada bangunan. Selain itu, manusia juga bisa menerima dampak buruk hujan ini. Dampak hujan asam terhadap manusia, salah satunya karena fenomena alam ini bisa memicu penyakit tertentu. Contohnya, sakit paru- paru, penyakit kulit dan lain sebagainya.

2. Efek rumah kaca

Saat energi yang dipancarkan matahari masuk ke atmosfer, maka panas dan cahaya tersebut akan diteruskan hingga ke permukaan bumi. Di permukaan, energi matahari akan diolah seperlunya dan sisanya akan diubah menjadi bentuk panas inframerah dan dipantulkan kembali ke atmosfer agar bisa kembali lagi ke luar angkasa.

Namun sayangnya, di atmosfer ada karbon dioksida dan gas-gas polutan lainnya yang bisa menyerap panas inframerah tadi. Akibatnya, energi panas yang seharusnya keluar dari atmosfer bumi, malah terperangkap di atmosfer dan membuat planet ini jadi kepanasan. Jadi bisa dibayangkan, semakin banyak karbon dioksida dan gas polutan yang ada di atmosfer, maka akan semakin banyak panas juga yang terperangkap. Akibatnya, bumi jadi semakin panas. Inilah yang disebut dengan efek rumah kaca. Sebenarnya, gas-gas seperti karbon dioksida, N2O dan gas lainnya diperlukan oleh bumi agar bumi tidak terlalu dingin, akan tetapi sejak dilakukannya revolusi industri, gas tersebut semakin meningkat konsentrasinya dan berlebih di atmosfer.

Efek rumah kaca bisa terjadi adanya polusi udara. Biasanya efek rumah kaca timbul oleh ulah manusia. Salah satunya karena penggunaan bahan bakar fosil terutama pada kendaraan bermotor. Penggunaan bahan bakar fosil seperti minyak bumi dan batu bara yang berlebihan bukan hanya berdampak buruk pada kualitas udara, tapi juga dapat meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer seperti karbon dioksida yang dihasilkan dari hasil pembakaran bahan bakar fosil. Selain itu industri yang juga menggunakan bahan bakar fosil juga berpengaruh terhadap efek rumah kaca. Pembakaran sampah juga menjadi penyebab dari efek rumah kaca.

3. Penipisan ozon

Gas gas akibat polusi udara seperti nitrous oxide berdampak dapat mengurangi lapisan ozon dan merupakan penyebab utamanya. Apabila terjadi penipisan pada ozon, sinar ultraviolet matahari akan langsung tembus ke permukaan bumi dan bukan tidak mungkin dapat mematikan seluruh populasi mahluk hidup yang ada di muka bumi. Akibat beragam hal tersebut seperti efek rumah kaca dan penipisan ozon secara tidak langsung akan menjadikan dampak berkelanjutan yaitu pemanasan global.

Sektor pertanian juga bisa terdampak oleh adanya polusi udara .Tumbuhan atau tanaman akan rentan terhadap terjadinya berbagai penyakit tanaman diantaranya penyakit nekrosis, klorosis, dan bitnik hitam. Partikel-partikel yang terdeposisi pada permukaan tanaman tersebut dapat mengganggu dalam proses fotosintesis. Penyakit-penyakit tersebut dapat menyebabkan sirkulasi udara sehat berkurang dan udara menjadi kotor sehingga tidak baik untuk dihirup. Akibatnya para petani akan mengalami kegagalan panen atau bisa berkurangnya hasil panen sehingga berimplikasi pada kerugian yang dihadapi oleh petani.

Selain itu polusi berdampak pada sektor ekonomi. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh Greenpeace Asia Tenggara dan Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) mengenai dampak dan kerugian ekonomi akibat polusi udara, kerugian ekonomi yang ditimbulkan dari polusi udara mencapai US$8 miliar per hari, atau 3,3% dari produk domestik bruto (PDB) dunia, atau setahun mencapai US$2,9 triliun. Polusi udara PM2.5 dari bahan bakar fosil berkaitan dengan sekitar 1,8 miliar hari absen kerja karena penyakit setiap tahun di seluruh dunia. Ia setara dengan perkiraan kerugian ekonomi tahunan sebesar US$101 miliar.

Berdasarkan data, wilayah daratan Tiongkok, Amerika Serikat, dan India menanggung kerugian tertinggi dari polusi udara akibat bahan bakar fosil di seluruh dunia, masing-masing diperkirakan US$900 miliar, US$600 miliar, US$150 miliar per tahun. Hal ini menunjukkan kerugian yang sangatlah besar yang ditimbulkan oleh polusi udara.

Dengan berbagai dampak yang ditimbulkan kita pun perlu mengetahui apa saja yang menjadi penyebab utama dari polusi udara sendiri. Beberapa penyebab polusi udara dapat berasal dari alam ataupun dapat berasal dari perbuatan manusia. Penyebab polusi udara di muka bumi diantaranya :

1. Aktivitas Gunung Berapi

Aktivitas gunung berapi bisa menyebabkan polusi udara akibat  letusan yang ditimbulnya. Ukuran butir abu vulkanik dari letusan gunung berapi berbeda dan bervariasi. Hal in dapat berdampak pada gangguan pernafasan. Gas-gas vulkanik dari gunung berapi bersifat toksik, yaitu berupa HF, NO2, CO2, H2O, dan SO2. Abu yang mengepul di udara membawa serpihaan-serpihan debu yang dapat mengganggu jarak pandang dan pernapasan. Dampak dari adanya letusan gunung berapi ini akan menyebabkan hujan asam serta pencemaran udara di daerah sekitar.

Bukan hanya gas yang menimbulkan pencemaran udara dalam letusan gunung api, material halus seperti debu juga terlempar ke lingkungan sekitar.Paparan debu dari gunung api sangat berbahaya bagi bayi, anak-anak, dan warga usia lanjut yang menderita penyakit pernafasan. Debu gunung berapi sendiri bersifat korosif, akibatnya dapat merusak berbagai barang-barang milik manusia seperti mobil yang terparkir di depan rumah dan jika masuk ke mata dapat melukai mata. Partikel debu ini beristalin silica yang dapat menyebabkan penyakit paru silicon jika terpapar lebih lama.

2. Industri

Industri dan pabrik saat ini di Indonesia memiliki jumlah yang sangat banyak. Akibat dari banyaknya aktivitas pabrik dan industri mengakibatkan banyak juga limbah yang dihasilkan. Limbah yang dihasilkan berbentuk berbagai macam limbah, bisa dalam bentuk limbah cair, limbah padat, maupun limbah gas. Limbah gas merupakan limbah yang sangat berperan dalam mencemari udara. Akan lebih buruk lagi jika asap yang dikeluarkan oleh pabrik dalam jumlah dan kuantitas yang banyak sekaligus. Tentu lingkungan sekitar pabrik akan langsung tercemar. Asap dari pabrik biasanya dibuang melalui cerobong asap yang sangat besar. Cerobong asap pabrik sering kali tidak memiliki filter sehingga membahayakan. Zat yang keluar dari proses industri ini berupa zat yang berbahaya seperti Karbon Monoksida, Hidrokarbon, dan senyawa lainnya yang dapat membahayakan kesehatan alam dan manusia.Pabrik sendiri merupakan penyumbang terbesar gas karbon di udara.

3. Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) merupakan sanitari landfill atau dikenal sebagai lahan urug. TPA merupakan salah satu terjadinya pencemaran udara. Penumpukan sampah di TPA pasti mengalami pembusukan yang besar karena diuraikan oleh bakteri sehingga dapat menghasilkan gas metan, karbon dioksida, dan sejumlah gas lainnya yang berpotensi menyebabkan pencemaran. Polusi udara ini sering terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena proses pengolahan sampah yang tidak benar atau lambat. Tak hanya bau tidak sedap, timbunan sampah menyumbang pembentukan gas metana bagi lingkungan yang membahayakan bagi kesehatan manusia. setiap harinya kira-kira dalam 1 ton sampah dapat menghasilkan sekitar 50 kg gas metana.

4. Pembangkit Listrik

Pembangkit listrik merupakan salah satu sumber energi yang dapat diperbaharui. Walaupun demikian, saat ini pembangkit listrik masih banyak yang belum ramah lingkungan sehingga menyebabkan banyaknya polusi udara yang terjadi. Polusi udara disebabkan karena pembangkit listrik masih banyak yang menggunakan bahan bakar fosil berupa batu bara seperti PLTU. Pembangkit listrik tenaga uap menghasilkan polutan yang sangat banyak dalam setiap pembakaran batu baranya. Akibatnya dari polutan beracun yang dihasilkan seperti merkuri, timbal, arsenik, dan lainnya menyebabkan berbagai masalah kesehatan bagi penduduk yang bertempat tinggal di sekitar PLTU batu bara tersebut ataupun tersebar melalui udara. Hal ini disebabkan karena partikel yang sangat halus dari polutan PLTU dapat dengan mudah terhirup dan masuk ke paru-paru.

5. Kendaraan bermotor

Penyebab lain terjadinya polusi udara adalah alat transportasi yaitu kendaraan bermotor. Penggunaan kendaraan bermotor merupakan contoh pencemaran yang terjadi setiap hari dan tanpa kita semua sadari diam-diam telah membunuh mahluk hidup secara perlahan. Terutama di kota – kota besar yang penuh dengan kendaraan bermotor. Akibat dari pesatnya laju pertumbuhan penduduk membuat kendaraan bermotor menjadi semakin banyak. Hal ini menyebabkan Kendaraan bermotor memiliki andil yang sangat besar dalam menyebabkan polusi udara. Penggunaan bahan bakar yang belum ramah lingkungan seperti bahan bakar fosil ini dapat menghasilkan emisi zat-zat yang berbahaya. Dampak dari hal tersebut yaitu dapat menimbulkan berbagai penyakit pernafasan kronis.

Mayoritas kendaraan tersebut ialah kendaraan pribadi, hampir semua orang memiliki kendaraan pribadi. Bahkan terkadang satu orang bisa memiliki banyak kendaraan pribadi. Banyaknya kendaraan pribadi di kota tersebut dikarenakan nilai jual bahan bakar tergolong rendah sehingga masyarakat lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dibanding dengan kendaraan umum. Selain itu menggunakan kendaraan pribadi dianggap lebih praktis karena misal pada bus tidak perlu repot menunggu di terminal. Penyebab polusi udara pada kendaraan bermotor berasal dari asap kendaraan bermotor. Dampak dari penggunaan kendaraan bermotor yang begitu banyak ini adalah kandungan gas CO atau Karbon Monoksida yang terlepas menjadi polutan udara. Tidak heran jika asap kendaraan bermotor menjadi penyumbang tersebar penyebab pencemaran udara. Bahkan, polusi udara Jakarta sempat jadi perhatian dunia belakangan ini karena tingkat pencemaran yang sudah sangat tinggi. Kualitas udara ibu kota dinyatakan tidak layak hirup dan menjadi kota nomor satu dengan polusi udara terburuk di dunia.

6. Asap rokok

Salah satu penyebab polusi udara yang kerap ditemui yaitu asap rokok. Indonesia sendiri menjadi negara dengan jumlah perokok terbanyak di Asean, yaitu sekitar 65 juta orang. Meski kadang disepelekan, tetapi kebiasaan merokok dapat berdampak buruk bagi kesehatan diri sendiri dan orang lain. Bahkan, orang yang tidak merokok pun dapat terkena dampak yang sangat buruk ketika berada di dekat seorang perokok. Apalagi didalam rokok sendiri banyak terkandung zat-zat yang berbahaya. Salah satunya hasil dari pembakaran pada rokok menghasilkan TAR. TAR sendiri merupakan salah satu zat kimia berbahaya bagi manusia. TAR mengandung berbagai senyawa karsinogenik yang dapat menyebabkan penyakit kanker. Berdasarkan data National Cancer Institute Amerika Serikat, hampir dari 7.000 bahan kimia yang ada di dalam rokok, 2.000 di antaranya terdapat pada TAR. Banyaknya perokok mengakibatkan kontribusinya juga sangat besar terhadap penyebab pencemaran lingkungan. Walaupun tidak sebesar dari kendaraan bermotor, asap pembakaran rokok sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

7. Kebakaran Hutan

Penyebab polusi udara yang paling banyak adalah oleh aktivitas manusia. Kebakaran hutan walaupun bisa terjadi secara alami terutama di daerah yang sangat kering dan yang berangin kencang, namun manusia juga sangat berperan dalam kebakaran hutan yang terjadi salah satunya di Indonesia. Hal ini bisa terjadi misal karena manusia membuang puntung rokok sembarangan atau karena untuk pembukaan lahan. masyarakat maupun beberapa bidang industri seringkali menggunakan api untuk membuka lahan baru, baik untuk pertanian maupun perkebunan. Hal ini dikarenakan dibutuhkannya biaya yang tinggi dalam persiapan lahan. Maka metode ini yaitu pembakaran hutan dilakukan karena murah dari segi pembiayaan dan efektif dari segi waktu, serta hasil yang dicapai cukup memuaskan untuk pertanian.

Kebarakan hutan bisa menyebabkan polusi karena menghasilkan asap dan kabut yang juga berbahaya untuk kesehatan. Asap akibat kebakaran hutan mengandung karbon yang merupakan zat berbahaya berbahaya. Kandungan karbon itu seperti gas karbon dioksida, nitrous oksida, dan karbon monoksida. Unsur lain yang lebih berbahaya yaitu partikulan logam berat karena jumlahnya yang banyak dan wujudnya yang sangat halus. Kandungan yang sangat berbahaya ini dalam jangka waktu panjang bisa menyebabkan kanker paru-paru dan kematian.

Dampak kebakaran hutan juga tidak hanya dirasakan oleh negara sendiri, namun bisa juga berdampak pada negara tetangga. Seperti kebakaran hutan yang sempat terjadi di wilayah Riau dan Jambi di Sumatra dan beberapa titik di Kalimantan. Akibat dari besarnya kebakaran dan kencangnya tiupan angin, asap polusi dari kebakaran hutan ini akhirnya berdampak ke negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia. Bahkan Malaysia sampai menutup sementara banyak fasilitas pendidikan seperti sekolah demi meminimalisir dampak asap polusi pada para pelajar. Singapura sendiri menghimbau warganya agar mengurangi aktivitas warganya di luar rumah karena kualitas udara yang sangat buruk. Tentu saja hal ini berdampak besar pada aktivitas masyarakat negaranya bahkan walau mereka tidak terlibat akhirnya harus ikut juga menanggung akibat dari perlakuan para pelaku pembakar hutan.

8. Penebangan hutan secara liar

Kita sering mendengar bahwa hutan Indonesia sering dijuluki sebagai paru – paru dunia. Kita pun mengetahui bahwa hutan memiliki peranan penting dalam mendaur ulang udara yang kotor dan menjadikannya udara yang sehat dan bersih bagi manusia. Hutan Indonesia sendiri memiliki luas sekitar 99,6 juta hektar atau sekitar 52% luas wilayah negara Indonesia. Secara tidak langsung kita seharusnya tersadar apabila tidak ada hutan, maka siapa yang dapat mendaur ulang udara dan menciptakan udara bersih untuk kita bernafas?. Selain itu coba bayangkan apabila tidak ada hutan lagi di muka bumi, lantas kita juga akan kehabisan oksigen yang biasa kita hirup dan secara tidak langsung apabila hutan habis karena ditebang maka populasi yang ada di muka bumi pun dapat musnah.

Karena pembahasan ini saya jadi teringat sebuah film yang mengisahkan tentang dampak dari penebangan hutan secara berlebihan. Film ini berjudul Dr. Seuss The Lorax. Film ini mengisahkan tentang  kehidupan di kota Thneedville dimana masyarakatnya hidup dengan penuh kecerian dan kegembiraan. Kota ini merupakan sebuah kota buatan yang penuh dengan replika yang terbuat dari bahan plastik. Semua peralatan, sarana prasarana dan Pohon dan tanaman juga tak terkecuali, yang ada adalah pohon buatan yang serba terbuat dari plastik. Di  kota tersebut  tidak ada rumput dan pohon asli, segala sesuatunya semua berasal dari olahan pabrik, sehingga mereka perlu membeli udara bersih dari  Aloysius O’Hare yang sekaligus menjadi Walikota dari kota tersebut.Di kota ini hiduplah seseorang anak laki – laki yang bernama Ted. Ted menaruh hati pada seorang gadis yang bernama Audrey.

Pada suatu hari Ted berkunjung ke rumah Audrey, dan Ia mengemukakan pada Ted bahwa Ia ingin sekali melihat pohon yang nyata. Karena Ted sangat mencintai Audrey, Ted mendengarkan harapan Audrey akan ingin memiliki satu pohon yang nyata dan Ted berusaha untuk mewujudkan impian Audrey tersebut agar Ia terkesan. Ted mulai mencari tahu tentang pohon asli tersebut, Namun di kotanya tidak ada pohon nyata maupun benihnya. Diam-diam Nenek Ted memberi tahunya legenda tentang satu-satunya orang yang tahu tentang nasib pohon nyata. Neneknya menyuruh Ted menemui seseorang yang mengetahui betul tentang cara menanam tumbuhan dan asal usul kota Thneedville. Orang tersebut tinggal di luar kota Thneedville yang bernama Once-Ler.

Dengan keinginan yang kuat akhirnya Ted diam-diam meninggalkan kota menuju rumah tersebut. Ted berusaha mencari jalan keluar dari kota menuju rumah Once-ler. Lalu dengan mudahnya Ted menemukan rumah tersebut. Kemudian Ted mengemukakan maksud kedatangannya. Once-Ler mulai menceritakan kisahnya pada masa dahulu yang penuh dengan keserakahan demi kepentingan hidup pribadinya yang akhirnya muncul penyesalan yang mendalam dihatinya.

Once-Ler lalu bercerita. Semuanya dimulai bertahun-tahun lalu ketika Once-ler masih muda. Sebagai seorang anak muda, dia senantiasa bertualang mencari peruntungan ditemani keledai dan gerobak-keretanya. Keluarganya menertawai usahanya dan yakin dia takkan sukses. Suatu hari dia menemukan sebuah tempat yang sangat indah. Tempat itu adalah hutan pohon Truffula yang berwarna-warni. Di sana ia menjumpai sekawanan binatang yang ceria. Untuk memulai usaha barunya, ia menebang sebuah pohon Truffula sebagai bahan rajutan yang dinamakan "Thneeds". Dia mengklaim penemuannya ini bisa dipakai untuk kebutuhan serbaguna, bisa jadi topi, lap, karpet, taplak, kaus kaki, dan macam-macam lagi. Namun aksi tebang pohonnya ini mengundang kedatangan makhluk ajaib yang disebut Lorax, yang mengaku sebagai "juru bicara pohon", karena pohon tak punya lidah. Lorax memperingatkan Once-ler untuk tak lagi menebang pohon. Meski Once-ler tak percaya dan tak menggubris kata-kata Lorax, namun ia berjanji untuk tak menebang pohon lagi, pada awalnya. Lagi pula produk Thneeds yang ia pasarkan memperoleh respon negatif dari masyarakat.

Tapi ini tak berlangsung lama. Sesuatu terjadi, produk Thneeds mendadak booming dan Once-ler menerima bejibun permintaan dari pelanggan. Pada tahap ini Once-ler melupakan janjinya pada Lorax. Ia mulai memproduksi Thneeds besar-besaran dan mengundang keluarganya karena bisnisnya berhasil. Atas desakan keluarganya, akhirnya produksi Thneeds makin diperbesar lagi, makin banyak pohon ditebang terus-menerus. Hingga suatu ketika, semua pohon Truffula habis ditebang. Ketika tak ada yang tersisa, Thneeds tak bisa diproduksi lagi, bisnisnya bangkrut, dan keluarga Once-ler meninggalkannya. Once-ler akhirnya sadar kesalahannya, ketika semua sudah terlambat.

Segala di sekitarnya sudah gersang, suram, udara dan air terkena polusi, hingga binatang-binatang yang tadinya ceria harus pergi mengungsi dalam keadaan sekarat. Lorax yang kecewa pada Once-ler juga pergi menghilang, hanya meninggalkan batu bertuliskan "unless". Dirundung penyesalan, sejak saat itu Once-ler mengurung diri di gubuk itu. Rupanya saat itulah pebisnis O'Hare mulai membangun kota Thneedville yang serba artifisial untuk kepentingan kantongnya sendiri. Seusai bercerita, Once-ler jadi menyadari apa maksud tulisan "unless" itu. Kecuali jika ada yang peduli, situasi takkan membaik. Jadi, masih ada harapan untuk memperbaiki keadaan, yaitu dengan memberi Ted biji Truffula yang masih tersisa untuk mulai ditanam kembali, dan menyadarkan masyarakat sekitar. Setelah tiba di kota, Ia pun di hadang oleh O’Hare dan ingin mencegahnya karena bisa mengganggu usahanya untuk terus berjualan udara segar. Ted pun merobohkan tembok kota dan memperlihatkan kerusakan lingkungan diluar kota. Dia pun menyadarkan masyarakat bahwa dengan adanya pohon, udara bersih dapat didapatkan tanpa harus membelinya pada O’hare. Masyarakat pun tersadar dan lambat laun tanaman mulai banyak yang tumbuh dan kehidupan masyarakat menjadi lebih bahagia.

Dari film ini didapatkan berbagai pesan penting mengenai lingkungan. Bisa kita baca apabila keserakahan telah merasuki manusia. Maka manusia akan lupa untuk menjaga keseimbangan alam. Bisa dibayangkan jika pohon tidak ada, bukan tidak mungkin hal yang sama terjadi, kita harus membeli udara bersih. Udara yang seharusnya kita dapatkan secara Cuma – Cuma dari pohon, akibat keserakahan akhirnya kita harus membeli udara tersebut.

 

Selanjutnya dari berbagai dampak serta penyebab dari polusi udara apakah ada solusi untuk mengatasi polusi udara? Tentu saja ada. Mari kita membahasnya satu persatu. Pertama – tama hal yang harus kita lakukan adalah dengan mencintai alam dan lingkungan. Dengan hal ini kita akan lebih tersadar untuk melakukan segala hal dengan aspek – aspek yang memperhatikan kesehatan lingkungan seperti agar tidak mencemari lingkungan. Selanjutnya cara mengurangi polusi udara adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan mulai menggunakan moda transportasi umum. Dengan menaiki kendaraan umum otomatis akan mengurangi dampak dari polusi udara karena kendaraan pribadi yang biasanya banyak beredar di jalan menjadi berkurang. Selain itu dengan penggunaan transportasi umum dapat mengurangi kemacetan, karena ketika kendaraan berhenti kendaraan akan tetap mengeluarkan asap hasil pembakaran energi di dalamnya dan jika kemacetan berkurang otomatis asap yang dikeluarkan juga akan berkurang.

Pemerintah sendiri dapat melakukan berbagai cara untuk mengatasi masalah penggunaan kendaraan pribadi. Seperti di Jakarta salah satu kota terpadat dan kota terpolusi di Indonesia. Pemerintah menerapkan kebijaka car free day, memperbanyak pilihan transportasi umum seperti bus transJakarta, kereta MRT atau Mass Rapid Transit, LRT atau Light Rail Transit, Lalu ada KRL dan moda transportasi lainnya. Selain itu dapat juga dengan meningkatkan pajak bagi kendaraan pribadi dan menghilangkan subsidi bahan bakar bagi kendaraan pribadi yang otomatis membuat masyarakat berpikir dua kali untuk memiliki kendaraan pribadi. Selain itu masyarakat dapat merubah pola hidup mereka misal dengan beraktivitas dengan berjalan kaki atau menaiki sepeda. Menaiki sepeda menjadi salah satu solusi yang baik jika ingin berpergian dengan jarak dekat-menengah, selain baik untuk kesehatan karena kita sambil berolahraga tapi juga membantu untuk mengurangi polusi udara itu sendiri.

Selain itu mengganti kendaraan pribadi dari yang berbahan bakar fosil ke bahan bakar listrik juga patut jadi pertimbangan. Namun hal ini masih menjadi perdebatan dibeberapa kalangan. Jika mobil tersebut memiliki panel surya sendiri untuk mengisi bahan bakar mungkin akan baik untuk lingkungan. Namun untuk kendaraan listrik yang masih perlu mengisi energinya melalui stasiun bahan bakar listrik, tentu bisa menjadi sebuah masalah. Hal ini mengingat di Indonesia untuk menghasilkan listrik, hampir kebanyakan sumber energi listrik kita dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap. Pembangkit listrik ini masih mengandalkan mesin turbin yang diputar oleh uap hasil pembakaran batubara. Hal ini berarti sama saja penggunaan mobil listrik masih menghasilkan polusi udara melalui proses untuk menghasilkan listrik. Penggunaan mobil bertenaga listrik akan benar-benar mengurangi polusi adalah dengan menghasilkan listrik dari sumber-sumber yang terbarukan misalnya melalui pembangkit listrik tenaga surya, atau menggunakan tenaga air maupun udara.

Berkaitan dengan masih diproduksinya listrik yang menggunakan bahan bakar fosil yaitu batu bara sebagai sumber energinya, maka kita sebaiknya melakukan penghematan energi. Kita bisa mematikan lampu, kipas angin, atau pendingin udara saat tidak digunakan. Selain itu kita bisa menggunakan berbagai peralatan elektronik yang hemat energi, seperti penggunaan lampu LED dan TV LED. Dengan mengurangi pemakaian listrik, secara tidak langsung kita turut mengurangi penggunakan batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik dan mengurangi polusi udara.

Selain itu masih banyak juga perusahaan – perusahaan yang masih menggunakan bahan bakar fosil seperti batubara dan solar sebagai bahan bakar produksi mereka. Mereka dapat melakukan penyaringan terhadap asap yang akan dibebaskan ke udara dengan menggunakan saringan atau bahan penyerap polutan, sehingga gas buang yang dihasilkan bisa menjadi lebih bersih. Mereka juga bisa mulai menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan seperti penggunaan panel surya sebagai sumber energi mereka yang bisa mereka pasang dibagian atas gedung - gedung mereka. Selanjutnya hal ini dapat diadaptasi oleh rumah-rumah dengan memasang panel-panel surya di atap rumah yang tentu saja bisa mengurangi ketergantungan listrik berbahan bakar fosil. Memang untuk melakukannya akan mengeluarkan biaya yang lebih besar, namun kita harus melihatnya untuk tahun-tahun kedepannya dimana polusi dapat berkurang.

Selanjutnya adalah berhenti merokok. Kita bisa mengingatkan diri kita sendiri (apabila kita perokok) ataupun orang disekitar kita yang perokok untuk berhenti merokok. Asap rokok selain mencemari udara, tapi dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan bagi tubuh manusia. Apabila terhirup kita bisa terkena berbagai macam penyakit seperti penyakit jantung, kanker, masalah pernafasan, hingga menimbulkan kematian.

Kita sebagai masyarakat juga bisa melakukan praktik 3R. 3R merupakan konsep Reduce, Reuse dan Recycle. Reduce berarti pengurangan penggunaan berbagai macam bahan-bahan yang dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Kita dapat mengurangi belanja segala sesuatu yang tidak terlalu dibutuhkan saat ini. Lalu Reuse yang berarti memakai atau menggunakan kembali barang-barang yang masih bisa dipakai. Bisa juga dengan merubah fungsi dari barang-barang yang tidak terpakai tersebut menjadi sesuatu yang bisa terpakai. Terakhir adalah Recylce atau mendaur ulang barang. Dengan daur ulang ini barang yang kita anggap sebagai sampah, bisa kita jadikan produk lain yang bermanfaat. Seperti plastik bekas sabun yang bisa dijadikan barang baru yang bernilai misalnya tas. Dengan ketiga konsep ini kita semua diharapkan dapat mengurangi sampah dari dalam rumah. Praktik pembakaran sampah pun dapat dihindari, karena saat melakukan pembakaran sampah kita tidak tahu zat berbahaya apa yang bereaksi akibat pembakaran dan menyebabkan polusi bagi udara. Selain itu dengan berkurangnya sampah yang keluar rumah otomatis mengurangi tumpukan sampah yang dapat menimbulkan bau menyengat dan dapat mengganggu aktivitas kita sehari – hari.

Terakhir adalah melakukan penghijauan lahan. Hal yang paling sederhana di lakukan adalah menanam tanaman yang menjadi penangkal polusi. Selain bermanfaat untuk menangkal polusi, tanaman ini membuat lingkungan sekitar menjadi lebih nyaman dipandang dan lebih asri. Tanaman seperti lidak buaya, krisan, dan lidah mertua dimana tanaman tersebut dapat menyaring zat berbahaya di udara melalui pori – porinya. Selain itu langkah yang lebih besar yang dapat kita lakukan adalah dengan menanam pohon dan melakukan penghijauan di hutan.

Seperti kita ketahui pohon terutama hutan merupakan “alat” alami yang mampu mendaur ulang udara yang kotor dan memberikan udara yang bersih bagi mahluk hidup. Dengan kita menanam pohon dan melakukan penghijauan di hutan mampu meningkatkan produksi udara bersih untuk kebutuhan mahluk hidup. Selain itu kita harus menghindari kegiatan yang dapat merusak hutan seperti penebangan secara berlebihan dan melakukan pembakaran terhadap hutan. Kita juga harus mengingatkan dan melawan para pelaku pengrusakan dan pembakaran hutan. Di sisi lain diperlukan juga ketegasan pemerintah dalam menanggulangi masalah ini agar tidak ada lagi orang – orang yang nakal. Jangan sampai negara kita dibuat malu karena menyebarkan asap kebakaran kita ke negara tetangga.

Selain itu pembuatan hutan kota juga bisa menjadi solusi untuk mengurangi polusi udara di wilayah perkotaan. Selain hutan kota bisa juga dengan membangun taman kota yang merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau dan hal ini sangatlah dibutuhkan bagi masyarakat perkotaan. Hutan kota dapat menyerap gas – gas dari rumah kaca dan zat-zat polusi lainnya sehingga polusi berkurang. Selain itu dengan adanya hutan kota, iklim di wilayah perkotaan menjadi lebih sejuk dan stabil sehingga udara di siang hari menjadi lebih sejuk. Dengan demikian dapat mengurangi penggunaan Kipas angin maupun ac yang dapat menimbulkan pemborosan energi.

Kita harus menyadari bahwa pencemaran udara merupakan masalah yang sangat serius bagi seluruh mahluk hidup. Seharusnya ditengah pandemi COVID-19 ini kita lebih tersadar akan pentingnya akan udara bersih. Ketika pandemi ini dimulai masyarakat mulai lebih sering di dalam rumah dan secara tidak langsung mengurangi pencemaran udara. Berdasarkan pengamatan BMKG sendiri menginformasikan bahwa kualitas udara pada Awal 2020 lebih bersih dibanding 2019. Bisa dilihat dari foto-foto yang beredar dimana langit jakarta lebih bersih dibandingkan biasanya. Dari sini harusnya kita tersadar bahwa udara bersih berdampak bagi kehidupan kita. Sebagai penutup, penulis ingin bertanya satu hal pada para pembaca, apakah ingin menghirup udara segar ketika kita bangun di pagi hari atau menjadikan itu dongeng saja di masa mendatang?.

 


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer