Nafas Lega Hutan di Tengah Pandemi Virus COVID-19

Nafas Lega Hutan di Tengah Pandemi Virus COVID-19


Hari ini seluruh dunia tengah dihantam oleh badai pandemi Covid-19. Pandemi ini menyebabkan aktifitas di bumi ini mengalami perubahan drastis. Semenjak pandemi ini banyak negara didunia melakukan berbagai pembatasan sosial. Di Indonesia sendiri, pemerintah telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19 ini. Masyarakat diminta untuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah serta menghindari segala aktivitas yang dapat menimbulkan perkumpulan bagi banyak orang.

Pembatasan sosial ini meciptakan perubahan besar terhadap keadaan bumi, contohnya pada wilayah hutan. Pembatasan ini menciptakan angin segar bagi hutan karena aktifitas manusia terhadap hutan menjadi berkurang. Polusi sendiri menjadi berkurang karena pabrik-pabrik berhenti berproduksi serta penggunaan kendaraan bermotor yang berkurang sehingga membuat beban hutan dalam menciptakan udara bersih menjadi lebih ringan. Selain itu aktifitas seluruh mahluk di hutan menjadi lebih leluasa karena tidak terganggu oleh aktifitas manusia.

Aktivitas yang berkurang di hutan membuat hewan-hewan dapat bergerak leluasa karena tidak ada yang mengganggu mereka. Mereka dapat menjelajah hutan dengan bebas sehingga secara tidak langsung mereka membantu hutan dalam regenerasinya. Seperti pada gajah, dengan daya jelajah yang tinggi, buah yang mereka makan benihnya akan terbuang melalui kotoran mereka dan berkecambah sehingga akan muncul pohon-pohon baru. Selain itu mahluk seperti lebah dapat membantu penyerbukan pada pohon sehingga regenerasi hutan bisa berjalan dengan baik.

 

Disamping itu, aktivitas eksploitasi terhadap hewan liar berpengaruh terhadap hadirnya virus ini. Seperti kita ketahui kelelawar dianggap menjadi pemicu virus COVID-19 ini. Selain itu wabah sebelumnya seperti ebola, MERS, SARS, flu burung dan lainnya juga berasal dari hewan liar. Namun, ini semua bukan salah dari hewan liar yang menjadi pemicunya, melainkan aktivitas manusia. Ketika manusia membuka kawasan hutan ataupun eksploitasi pada satwa liar justru itu membuat manusia menjadi lebih dekat dengan virus-virus tersebut.

Virus-virus ini mungkin sebelumnya hanya terkunci di alam. Namun, akibat aktivitas manusia ini justru membuat kita semakin terhubung dengannya. Mobilitas manusia yang tinggi juga menciptakan ruang bagi virus-virus ini untuk terus menyebar. Bukan tidak mungkin, virus-virus baru akan terus berdatangan apabila manusia tidak berhenti mengeksploitasi alam terutama hutan secara berlebihan.

Saat ini hutan kita sedang bernafas lega. Semua sumberdaya di dalamnya sedang memulihkan dirinya sendiri dan beregenerasi. Dari pandemi ini kita dapatkan pelajaran, Ketika manusia membuang sifat egoisnya untuk tidak serakah serta mampu menjaga alam, maka alam pun akan memberikan segala potensi yang dimilikinya untuk manusia. Maka dari itu menjadi peran kita bersama untuk terus menjaga alam terutama hutan untuk menjadikan dunia yang lebih baik lagi.


Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer